Sabtu, 27 Oktober 2018

Pengertian Kokologi


KOKOLOGI
            Jepang selalu mempunyai cara yang unik untuk mengidentifikasikan sesuatu, salah satunya adalah cara mereka dalam pengungkapan karakter seseorang menggunakan ilmu kokologi. Kokologi adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari tentang Kokoro atau pikiran dan semangat setiap orang. Kokologi ini diciptakan oleh seorang ahli ilmu psikologi dari Jepang bernama Isamu Saito, yang juga adalah seorang penulis buku psikologi terlaris di Jepang.
Kokologi juga dapat diartikan sebagai suatu permainan psikologi khas Jepang. Disebut permainan karena pada saat melakukan tes kokologi ini kita tidak akan merasa tertekan dengan pertanyaan-pertanyaan yang sulit, kita justru akan diajak untuk berimajinasi dan membayangkan sesuatu, seperti menebak warna burung di jendela, membayangkan air terjun dan masih banyak lagi. Kebanyakan orang yang telah mengikuti tes kokologi ini terpukau kagum karena hasil tesnya hampir 95% akurat dengan kepribadian mereka. Karena itulah Kokologi ini dapat mengungkapkan kepribadian seseorang dengan cara yang sederhana dan menyenangkan seperti kita sedang bermain.
Kokologi kini sudah menjadi populer di kalangan masyarakat Jepang, namun tidak sama halnya pada masyarakat Indonesia. Belum banyak orang di Indonesia mengetahui apa itu kokologi, mungkin hanya sedikit orang yang sudah pernah memainkannya. Kebanyakan orang Indonesia masih melakukan tes kepribadian dengan psikotes biasa dan mereka belum mencoba untuk membudidayakan kokologi di Indonesia, sehingga tidak banyak yang tahu tentang kokologi.

Sinopsis dan Amanat Film "Sang Pencerah"

Sang Pencerah



Menceritakan tentang seorang anak muda yang pergi menuntut ilmu dan memperdalam ilmu Islam ke Mekah, sepulang dari Mekah itu ia merubah namanya menjadi Ahmad Dahlan.
Ahmad Dahlan mulai mengajarkan pengetahuan keislamannya yang ia dapatkan di Mekah kepada masyarakat di kampungnya, yang menurut ia sudah mulai melenceng dari kaidah Islam. Ia membuktikan bahwa arah kiblat yang selama ini dijadikan arah sholat di Masjid Besar adalah salah, bukan menghadap ke Ka’Bah tapi malah menghadap ke Afrika, para ulama yang sudah terbiasa dengan arah kiblat itu merasa keberatan dengan pernyataan Ahmad Dahlan dan malah menganggap dia kafir. Seluruh kampung pun menganggap Ahmad Dahlan kafir, tapi ia tetap teguh terhadap pendiriaannya dengan arah kiblat yang menghadap ke Ka’Bah, meskipun ia akan dimusuhi satu kampung.
Ahmad Dahlan juga memberitahukan kepada masyarakat bahwa dalam berdoa janganlah menggunakan sesajen karena menurut Islam itu adalah musrik, namun lagi-lagi ia tidak dipercayai oleh masyarakat dan bahkan dianggap mengajarkan aliran sesat, masyarakat menjadi marah kepada Dahlan lalu kemudian mereka membakar Langgar, tempat Dahlan mengajar mengaji. Dahlan sempat ingin pergi karena sudah tidak ada lagi yang mempercayainya, tetapi orang tua dan para pengikutnya tetap setia dengan Dahlan dan meyakinkan Dahlan untuk tetap bertahan di tempat itu untuk menegakkan Islam yang benar.
Ahmad Dahlan yang peduli akan pendidikan di lingkungan masyarakat, ia mendirikan sebuah sekolah yang mengajarkan banyak hal pada masyarakat kurang mampu, ia juga mengajar di sebuah sekolah bangsawan Boedi Oetomo, karena hal ini Dahlan dianggap semakin kafir oleh para ulama karena ia dituduh telah bersekutu  dengan orang Barat yang kafir. Meskipun banyak yang menuduhnya kafir, namun Dahlan tetap teguh pada pendirian tentang Islamnya. Ia kemudian mendirikan organisasi Muhammadiyah yang mengajarkan masyarakat Islam untuk berfikiran maju dan terbuka sesuai dengan zaman, yang sampai kini oraganisasi ini pun masih ada dan berkembang.

Amanat dari Film Sang Pencerah :
Mengajarkan kita untuk tetap berpegang teguh kepada kebenaran, dengan cara berfikiran logis, kreatif, maju dan tebuka. Sikap tabah dalam menjalani hidup dan pantang menyerah Ahmad Dahlan unutuk menegakkan kebenaran meskipun banyak rintangannya wajib kita tiru. Ahmad Dahlan juga mengajarkan kita unutuk bersikap saling menghargai, menyayangi, mengasihi dan toleransi kepada orang lain. Saling berbagi ilmu tanpa pamrih. Ahmad Dahlan menjadi sosok baik yang bisa ditiru oleh kita semua.

Sabtu, 20 Oktober 2018

Pornografi dalam Pandangan Hukum Islam


PORNOGRAFI DALAM PANDANGAN HUKUM ISLAM



Tindak pidana dalam Islam sering disebut “jarimah” yang berarti:

محظوراتشرعيةزجراللهعنهابحداوتعزير
Artinya: “Larangan larangan syara yang diancam oleh Allah swt dengan hukuman had atau ta’zir”
Para fuqoha juga sering memakai kata-kata”jinayah” yang dalam bentuk tunggalnya diambil dari kata “jana, yanjiy” yang berarti memetik, mengambil atau memungut, memperoleh, mendapat, berbuat dosa kejahatan, kejahatan , kriminal .
Dikalangan Fuqoha, yang dimaksud dengan kata-kata jinayah adalah :

الجنايةاسملفعلمحرمشرعا ,سواءوقعالفعلعلىنفساومالاوغيرذلك.
Artinya : Perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh syara’, baik perbuatan itu mengenai (menguraikan) jiwa atau harta benda ataupun lain sebagainya”.


Adapun menurut istilah syara’ yang dimaksud dengan jinayah adalah setiap tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh manusia sebagai memperkosa hak Allah swt, hak manusia itu sendiri dan hak makhluk lainnya. Yang menuntut adanya pembalasan atau hukuman.

1. Berikut diantara dalil Al-qur’an dan al-Hadist yang mengenai atau berkenaan dengan pornografi :

وليستعففالذينلايجدوننكاحاحتىيغنيهماللهمنفضلهوالذينيبتغونالكتبممّاملكتايمنكمفكاتبوهمانعلمتمفيهمخيراوءاتوهممنمالاللهالذىءاتكمولاتكرهوافتيتكمعلىالبغاءاناردنتحصّنالتبتغواعرضالحيوةاللدنياومنيكرههّنّفانّاللهمنبعداكرههنّغفوررهم(33)
Artinya: (1) Dan diantara orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (dirinya), sehingga Allah swt memampukan mereka dengan karunia-Nya, dan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan perjanjian , hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka (2), Jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah swt yang dikaruniakan_Nya kepadamu (3) dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari kauntungan duniawi, dan dan barang siapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah swt adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu (4) (Q.S an-Nur: 33)

يبنىءادمقدانزلناعليكملباسايورىسوءتكموريشاولباسالتقوىذلكخيرذلكمنءايتاللهلعلهميذّكّرون

Artinya: Hai anak Adam (umat manusia), sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.dan pakaian takwa (selalu bertaqwa kepada Allah).itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah SWT Mudah-mudahan mereka selalu ingat. (Q.S al-Araf: 26)


2. Perintah Menutup Aurat

Aurat merupakan bahasa Arab yang berarti (عور),kemaluan(عورةسوءة), cacat,cela,segala perkara yang dirasa malu (عورة:كلامريستحى). Aurat adalah yang berarti anggota yang tidak baik membukanya atau segala sesuatu yang tak membuat malu . Sedangkan menurut istilah aurat adlah sesuatu yang wajib ditutupi dalam shalat dan sesuatu yang haram untuk dilihat . Menurut Abi syuja aurat adalah sesutu ketentuan (batasan) yangwaajib ditutupi dan ketentuan tersebut berbeda laki-laki,perempuan,budak,dan sebagainya.

Ulama sepakat bahwasanya aurat laki-laki ialah anggota tubuh yang terdapat diantara pusar dan lutut,dan oleh karena itu diboleh kan melihat seluruh badannya kecuali yang tersebut diatas. Bila demikian itu tidak menimbulkan fitnah.
Mengenai batas aurat wanita ad beberapa pendapet para ulama, yaitu:
a). Menurut jummhur ulama. Seperti al-Tthabari,al-Qurthubi,dan lainnya, bahwa aurat wanita itu adalah seluruh tubuhnya keculi wajah dan telapak tangan. Sehingga kaki merupakan aurat yang tidak boleh diperlihat kan kepada selain muhrimnya.
b). Al-Malikiyah dalm kitab “Al-Shagir” atau sering disebut kitab Aqrabul Masalik ilaa madzhabi maalik, susunan Al-Dairiri ditulis bahwa batas aurat wanita mwerdeka dengan laki-laki Ajnabi (yang bukan mahram) adalah seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan.
c). Namun sebagian ulama al-Hanafiyah dan khususnya imam abu Hanifah mengatakan bahwa yang tremasuk bukan aurat adalah wajah, telapak tanagan, dan kaki. Kaki yang dimaksid bukan dari pang kal paha tapi yang dalam bahasa arab disebut qodam. Yaitu dari tumit kebawah.

Apabila aurat itu sengaja atau tidak ditampilkan, akan mengakibatkan birahi dan memancing lawan jenis umtuk berhubungan intim. Bagi wanita,nyaris seluruh tubuh dan bergeraknya mengandung muatan seks. Sementara bagi laki-laki justru hanya sebagian kecil tubuhnya dan gerakan tubuhnya yang biasa dikatagorikan aurat.


A. Pengertian Pornografi

Terdapat beberapa pengertian yang berbeda yang diberikan atas apa yang dimaksud dengan pornografi. Penulis dalam hal ini memberikan beberapa pendapat para ahli mengenai Istilah Pornografi, yaitu antara lain:
Wirjono Prodjodikoro menyatakan bahwa pornografi berasal dari kata Pronos yang berarti melanggar kesusilaan atau cabul dan grafi yang berarti tulisan, dan kini meliputi juga gambar atau barang pada umumnya yang berisi atau menggambarkan sesuatu yang menyinggung rasa susila dari orang yang membaca atau melihatnya.

Menurut Andi Hamzah, pornografi berasal dari dua kata, yaitu Porno dan Grafi.Porno berasal dari bahasa Yunani,Porne artinya pelacur, sedangkan grafi berasal dari kata graphein yang artinya ungkapan atau ekspresi. Secara harfiah pornografi berarti ungkapan tentang pelacur. Dengan demikian pornografi berarti:
a. Suatu pengungkapan dalam bentuk cerita-cerita tentang pelacur atau prostitusi;
b. Suatu pengungkapan dalam bentuk tulisan atau lukisan tentang kehidupan erotik, dengan tujuan untuk menimbulkan rangsangan seks kepada yang membaca, atau yang yang melihatnya.

Selanjutnya seorang sastrawan Indonesia, HB Jassin mengartikan pornografi sebagai suatu tulisan atau gambar yang dianggap kotor, karena dapat menimbulkan perasaan nafsu seks atau perbuatan immoral, seperti tulisan-tulisan yang sifatnya merangsang, gambar-gambar wanita telanjang dan sebagainya. 

Menurut pandangan agama Islam Pornografi adalah produk grafis (tulisan, gambar, film)-baik dalam bentuk majalah, tabloid, VCD, film-film atau acara-acara di TV, situs-situs porno di internet, ataupun bacaan-bacaan porno lainnya-yang mengumbar sekaligus menjual aurat, artinya aurat menjadi titik pusat perhatian.

Melalui beberapa definisi yang saya coba kumpulkan di atas maka dapat disimpulkan bahwa pengertian dari pornografi berbeda antara pendapat yang satu dengan yang lain. Hal ini disebabkan sifatnya yang relatif, artinya tergantung pada waktu, tempat, pribadi manusia serta kebudayaan suatu masyarakat yang berusaha mendefinisikan istilah pornografi itu sendiri.Namun terdapat kesamaan unsur yang termaksud dalam suatu hal yang dikategorikan pornografi.


B. Dampak Pornografi

Pornografi dan pornoaksi telah menimbulkan berbagai dampak negatif bagi masyarakat bangsa Indonesia, terutama generasi muda baik terhadap prilaku, moral (Akhlak), maupun terhadap sendi- sendi serta tatanan keluarga dan masyarakat beradab, sepperti pergaulan bebas, perselingkuhan, kehamilan dan kelahiran anak diluar nikah,aborsi, penyakit kelamin, kekerasan seksual, dan lain sebagainya.

Adapun isi fatwa Majelis Ulama Indonesia nomor 287 tahun 2001 tentang pornografi dan pornoaksi adalah:
a) Bahwa menggambarkan secara langsung atau tidak langsung tingkah laku secara erotis, baik dengan lukisan, gambar, tulisan, suara, reklame, iklan, maupun ucapan; baik melalui media cetak maupun elektronik yang dapat mengakibatkan nafsu birahi adalah haram
b) Membiarkan aurat terbuka dan atau berpakaian ketat atau tembus pandang dengan maksud untuk diambil gambarnya, baik untuk dicetak maupun divisualisasikan adalah haram
c) Melakukan pengambilan gambar sebagai mana dimaksud pada langkah-langkah adalah haram.
d) Melakukan hubungan seksual atau adegan seksual dihadapan orang, melakukan pengambilan gambar hubungan seksual atau adegan seksual baik terhadap diri sendiri ataupun orang lain dan melihat hubungan seksual adlah haram
e) Memperbanyak, mengedarkan, menjual, maupun membeli dan melihat atau memperhatikan gambar orang, baik cetak atau visual yang terbuka auratnya atau berpakaian ketat tembus pandang yang dapat membangkitkan nafsu birahi, atau gambar hubungan seksual adalah haram

Berkenan dengan keluarnya fatwa MUI terebut merupakan satu tobosan hukum. Walaupun hanya sebatas fatwa dan bukan merupakan produk hukum konvensonal atau hukum positif yang bisa diterapkaan kepada semua masyarakat Indonesia, akan tetapi fatwa tersebut sangat dibutuh kan bagi masyarakat Islam sebagai pegangan dalam kehidupan dan dalam bersikap. Walaupun pornogarafi dan pornoaksi tidak disebutkan, akan tetapi hukum islam adlah hukum yang tidak statis, akan tetapi hukum islam dapat mengatasi dan sesuai dalam setiap perubahan zaman,dalam ushul fiqih disebutkan:

لاينكررتغيّراللاحكامبغيّراللازمان
“Tidak dapat diingkari adnya perubahan hukum larangan beubahnya masa”

Maksud dari kaidah ini adalah bahwa setiap perubahan masa, menghendaki kemaslahatan yang sesuai dengan keadaan masa itu.Hal ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan suatu hukum yang didasakan pada memaslahatan itu.


C. Pornograpi yang diatur dalam KUHP

Sebagaimana diketahui bahwa KUHP kita merupakan saduran dari WvS Belanda yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, dan tindak pidana pornografi tersebut diaturvdalam bab tintak pidana kesusilaan. Kalau diperhatikan KUHP kita mengaatur tindak pidana porngrafi tanpa adaa kata-kata pono, cabul, tindak senonoh dan seterusnya, melaikan hanya menyebutkan senagai perbuatan “melanggar kesusilaan”, sedangkan pengertian “melanggar kesusilaan” itu pun diserahkan kepada ilmu pengetahuan dan yurisprudensi untuk menegaskannya. KUHP Indonesia mengatur delik porngrafi tanpa menyebutkan kata-kata pornografi, tetapi menyebutnya perbuatan“melanggar kesusilan”(aanstotelijk voor de eerbarheid) (Hamzah,Andi 1987;31)


Peran Film Sebagai Media Dakwah

PERAN FILM SEBAGAI MEDIA DAKWAH



Televisi sebagai salah satu produk ilmu pengetahuan dan tekhnologi (IPTEK) dalam bidang komunikasi telah hadir ditengah-tengah kehidupan umat manusia. Sebagai sarana informasi televisi dapat dijadikan media dakwah melalui acara-acara yang disajikan lewat tayangan-tayangan hiburan, talk shaw, dan film. Dalam tulisan ini akan diketengahkan tentang peran film sebagai sarana untuk menyiarkan dakwah islamiyah.

Dakwah mengandung pengertian sebagai suatu kegiatan ajakan baik dalam bentuk lisan, tulisan, tingkah laku dan sebagainya yang dilakukan secara sadar dan berencana dalam usaha mempengaruhi orang lain baik secara individual maupun secara kelompok agar supaya timbul dalam dirinya suatu pengertian, kesadaran, sikap penghayatan serta pengalaman terhadap ajaran agama sebagai massage yang disampaikan kepadanya dengan tanpa adanya unsur-unsur paksaan. Dengan demikian maka esensi dakwah adalah terletak pada ajakan, dorongan (motivasi), rangsangan serta bimbingan terhadap orang lain untuk menerima ajaran agama dengan penuh kesadaran demi untuk keuntungan pribadinya sendiri bukan untuk kepentingan juru dakwah atau juru penerang.
Film itu seperti diketahui merupakan salah satu acara yang ditayangkan televisi.Terdapat beberapa pesan moral yang dapat diangkat atau diambil maknanya dari tayangan-tayangan film yang disesuaikan dengan alur atau jalan cerita dari isi film tersebut.Sebab film memberikan peluang untuk terjadinya peniruan apakah itu positif ataupun negatif.

Dikarenakan dampak yang ditimbulkan lewat acara-acara film begitu besar maka sungguh pas dan tepat jika proses dakwah pun dilakukan melalui film-film yang bertemakan dakwah. Salah satu film yang memberikan pesan dakwah adalah Kiamat Sudah Dekat, dalam film itu menceriatakan tentang pemuda modern yang funky dan gaul dan jauh dari agama. Ia mencintai seorang gadis muslimah anak Pak Haji. Pada akhir cerita ini pemuda tersebut akhirnya dapat menikahi gadis muslimah tersebut dengan persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh orang tuanya yang pada akhirnya membuat pemuda itu menjadi sadar dan taat beribadah.

"Kiamat Sudah Dekat" bukan satu-satunya film televisi yang mengandung unsur dakwah, sebagaimana film-film yang lainnya. Bahkan bila kita amati masih banyak lagi film-filam yang dikonsumsi oleh pemirsa (mad'u) seperti film Rahasia Illahi, Demi Masa, Insyaf, Taubat, dan masih banyak lagi film yang lain yang diwarnai oleh pesan-pesan dakwah islamiyah.
Salah satu fungsi film yang ditayangkan oleh televisi yaitu sebagai alat komunikasi.Sebab komunikasi adalah salah satu faktor yang penting bagi perkembangan hidup manusia sebagai makhluk sosial.Tanpa mengadakan komunikasi individu tidak mungkin dapat berkembang dengan normal dalam lingkungan sosialnya.Oleh karena tak ada manusia individu yang berkembang tanpa komunikasi dengan manusia individu yang lainnya.
Sejak manusia dilahirkan, oleh tuhan diberinya kemampuan-kemampuan dasar untuk berkomunikasi denngan orang lain atau dengan situasi lingkungan dengan menggunakan berbagai macam media yang salah satunya melalui acara-acara yang ditayangkan oleh televisi.

Dengan melihat permasalahan di atas maka bisa dikatakan bahwa komunikasi dakwah lewat film bisa mempengaruhi kondisi psikologis pemirsa yang menyaksikannya sehingga dapat menerima ajaran-ajaran Islam. Hal ini sesuai dengan sasaran dakwah yang menjadi tujuan dakwah yaitu :" Amar ma'ruf nahi Munkar"


Islam, Estetika dan Seni


ISLAM, ESTETIKA DAN SENI

I
Estetika (aesthetics), sesuai dengan makna etimologisnya, ialah pengetahuan tentang obyek-obyek penikmatan indera. Karya manusia yang dimaksudkan sebagai obyek penikmatan indera adalah karya seni. Sebagai cabang ilmu dan falsafah, estetika sering disamakan dengan teori seni, kritik seni dan falsafah keindahan. Tidak jarang juga disebut teori keindahan. Sebagai kritik seni yang dikaji dalam estetika ialah kriteria yang dapat dijadikan dasar penilaian terhadap karya seni. Dalam menetapkan kriteria itu juga diperhatikan wawasan atau pandangan estetik yang mendasari sebuah hasil ciptaan.

Dalam pengertian tersebut estetika membicarakan obyek-obyek estetik, kualitas karya seni serta pengaruhnya terhadap jiwa manusia, yaitu perasaan, imaginasi, alam pikiran dan intuisi. Apabila yang dibicarakan sebuah karya yang berhubungan dengan bentuk spiritualitas dan agama tertentu, mestilah dijelaskan sejauh mana pemahaman dan penghayatan si pencipta terhadap bentuk spiritualitas dan agama tersebut, atau gagasan serta pengalaman religius apa yang disajikan dalam karyanya.
Estetika juga sering diartikan sebagai kaedah atau metode menilai karya seni untuk keperluan seni itu sendiri dan disiplin di luar seni. Misalnya etika, agama, ideologi, politik dan kebudayaan. Tinjauan terhadap nilai seni suatu karya disebut tinjauan instrinsik dan tinjuan berdasarkan etika, agama, ideologi dan sosiologi disebut tinjauan ekstrinsik. Namun sebaiknya kedua bentuk penilaian itu digabung karena karya seni pertama-tama ialah karya seni, bukan uraian tentang moral, fiqih, falsafah, ideologi atau masyarakat.

II
Dalam tradisi kecendekiawanan Islam ada dua golongan yang paling memberi perhatian terhadap persoalan seni dan estetika yaitu para Filosof, Budayawan dan Sufi. Seni dan estetika dianggap penting sebagai pemberi asas dan arah bagi perkembangan kebudayaan, sekaligus mempunyai peranan dalam perkembangan kebudayaan. Keperluan akan teknologi tertentu sering didorong oleh tuntutan perkembangan seni seperti seni tulis, arsitektur dan seni lukis. Misalnya teknologi penjilidan buku, pencetakan, pembuatan bahan pewarna dan lain-lain.
Seni juga ikut memajukan perkembangan ekonomi dan perdagangan. Perdagangan orang Islam di masa lalu berkembang berkat keperluan akan barang-barang seni, seperti perabot rumah tangga, keramik, ukir-ukiran dan tekstil yang indah dan bagus. Di Jawa perkembangan industri batik tidak terlepas dari tuntutan akan kain batik yang memiliki kualitas artistik.Karena besarnya pengaruh seni terhadap moral, perkembangan jiwa dan pikiran manusia maka, tidak dapat tidak, menjadikan masalah estetika sangat penting.

III
Para Filosof dan Sufi lazim merujukkan masalah yang berhubungan dengan estetika dengan beberapa ayat mutasyabihat al-Qur`an, karena pandangan al-Qur`an tentang estetika kebanyakan diisyaratkan dalam ayat-ayat mutasyabihat. Misalnya berkenaan dengan Hadis yang menyatakan “Tuhan Maha Indah (jamal) dan mencintai keindahan”, atau “Sebagian puisi itu menyesatkan dan sebagian lagi merupakan hikmah”.
Istilah atau kata-kata keindahan (jamal) seperti termaktub dalam Hadis di atas dikaitkan dengan istilah-istilah konseptual dan estetis dalam beberapa ayat al-Qur`an seperti:
(1)            Dialah yang Awal dan yang Akhir, yang Zahir dan yang Batin (Huwal
awwalu wal-akhiru wazhh-zhahiru wal-bathinu, QS 57:3); (2) Segala sesuatu akan lenyap kecuali Wajah Tuhan (Kullu man `alayha fanin wa-yabqa wajhu rabbika, QS 55:29); (3) Kemana pun kau memandang akan nampak wajah Allah (ayna-ma tuwallu fa-tsamma wajhullahi, QS 2:115); (4) Dalam alam semesta dan diri manusia terbentang ayat-ayat-Nya; dan masih banyak lagi.
(2)            Sebagai Yang Zahir Tuhan dapat dijadikan perenungan estetis dam perenungan tersebut disarankan membawa kita kepada bentuk-bentuk keindahan dan kebenaran yang lebih hakiki atau lebih tinggi. Sebagaimana bentuk spiritualitas Islam, estetika dalam Islam merupakan perjalanan dari bentuk-bentuk (surah) menuju hakikat segala bentuk (ma`na) darimana manusia berasal. Memang alam tradisi Islam estetika dikaitkan dengan metafisika atau ontologi, pengetahuan dan pemahaman tentang wujud dan peringkat-peringkatnya dari yang zahir sampai kepada yang batin. Karya seni di sini dipahami sebagai manifestasi estetika yang paling tinggi yang diharapkan dapat membawa penikmatnya pada tingkat kearifan yang lebih tinggi. Atau dapat mendorong manusia melakukan pendakian dari Yang Zahir menuju Yang Batin, dari alam tasybih, yaitu alam bentuk-bentuk dan gejala-gejala yang dapat dicerna indera, menuju alam tanzih yaitu alam transendental yang menuntut tajamnya penglihatan kalbu.
Yang Zahir dari hakikat Tuhan dalam Q 2:115 dinyatakan sebagai Wajah-Nya (wajhu) dan wajah-Nya yang indah itu sering diiendetikan dengan sifat-sifat dan pekerjaan-Nya yang indah di dunia ciptaan. Pada tahapan awal keindahan ilahi ini dapat ditangkap oleh panca indera (pengalaman empiris), tetapi dalam kelanjutannya akal pikiran dan penglihatan rohani manusia juga terlibat.Wajah-Nya yang Zahir itu dinyatakan juga sebagai ayat-ayat-Nya atau tanda-tanda-Nya yang menakjubkan, isyarat-isyarat-Nya yang mewartakan adanya sesuatu yang tidak kelihatan dalam alam kenyataan. Sesuatu yang tidak terlihat itu, yang ada di dalam isyarat=Nya, ialah al-hikmah-Nya yang tersembunyi dari penglihatan zahir.
Wajah Tuhan yang Maha Indah itu juga terangkum dalam dua sifat kembar Tuhan dalam kalimah Bismillah al-rahman al-rahim. Sifat Tuhan yang maha indah dan merupakan Wajah atau Penampakan-Nya ialah al-rahman dan al-rahim.Inti kedua kata itu apabila dikenakan kepada Tuhan ialah Cinta dan Rahmah. Akar kata al-rahman dan al-rahim sama dengan akar kata al-rahmah. Dengan demikian keindahan karya Tuhan dapat dilihat pada besarnya cinta Tuhan kepada ciptaan-Nya.

Dalam menilai karya seni Islam asas ini sangat penting. Cinta dalam diri atau pada manusia, sebagai penghasil karya seni, ialah kecenderungannya akan keimanan, ketaqwaan, kebahagiaan dan hasratnya untuk menegakkan kebaikan dan menentang segala bentuk keburukan, kejahilan, kedhaliman dan ketakadilan. Seni dalam pandangan ini tidak lain ialah suatu bentuk ibadah, pengabdian kepada Yang Haqq.

Dalam surat al-Nur diterangkan bahwa Tuhan mengumpamakan diri sebagai cahaya di atas cahaya. Cahaya ialah perumpamaan yang sangat indah dan tepat terhadap wujud Tuhan yang Batin itu. Cahaya merujuk kepada ilmu atau hikmah, sebab seperti ilmu dan hikmah cahaya menerangi manusia dalam kegelapan, memberi petunjuk menuju kebenaran. Cahaya juga merujuk kepada moral atau akhlaq yang mulia.

Berdasarkan penggambaran cahaya yang berperingkat-peringkat di alam kewujudan ini, dari kewujudan yang paling tinggi hingga kewujudan yang paling rendah, dari yang tanzih (transenden) hingga yang tasybih (immanen), maka keindahan juga dipandang berperingkat-peringkat. Semakin dekat kearifan yang dicetuskan karya seni dengan hakekat kebenaran tertinggi. semakin indah pula karya tersebut.

Dengan mengikuti pembagian Imam al-Ghazali, kita dapat membagi keindahan sesuai peringkatnya sebagai berikut:
1. Keindahan inderawi dan nafsani (sensual), disebut juga keindahan lahir.
2. Keindahan imaginatif dan emotif.
3. Keindahan aqliyah atau rasional.
4. Keindahan ruhaniyah atau `irfani.
5. Keindahan ilahiyah atau transendental.
Seorang seniman melahirkan karyanya untuk membawa naik penikmatnya dari tatanan lahir keindahan menuju tatanan keindahan yang lebih tinggi yang ada di atasnya. Semakin tinggi tatanan keindahan yang disajikan sebuah karya seni, maka semakin dekat pula ia dengan hakekat wujud.

IV
Lebih jauh susunan atau urutan keindahan seperti telah dikemukakan juga sesuai dengan susunan sarana kejiwaan manusia dalam kaitannya dengan peringkat kebenaran dan hakekat yang dicapai melalui masing-masing sarana kejiwaan tersebut. Keindahan pribadi manusia dan segala sesuatu yang ada dalam kehidupan dan di alam dunia juga tersusun seperti itu peringkatnya, yaitu dalam kaitannya dengan penerimaan masing-masing sarana kejiwaan manusia.Begitu pula hanya dengan mutu karya seni.
Keindahan alam misalnya dapat dicerap atau dinikmati oleh anak-anak sebagaimana oleh orang dewasa. Keindahan alam bermanfaat karena dapat mendatangkan kesehatan kepada jiwa.Begitu pula halnya lukisan yang menyajikan gambar pemandangan alam.Tetapi terdapat keindahan sensual atau inderawi yang tidak membawa banyak manfaat seperti gambar cabul atau erotik, bahkan lebih banyak mudaratnya walaupun dapat dinikmati baik oleh anak muda maupun orang dewasa.

Berbeda dengan keindahan yang hanya dapat dicerap oleh sarana kejiwaan yang lebih tinggi dari pancaindera, yaitu imaginasi dan perasaan.Misalnya musik yang membawa pada kenangan tertentu di masa lalu, atau lukisan yang tidak menyajikan gambaran seperti lukisan naturalistis.Karya seni dalam lingkup ini penerimaannya sepenuhnya tergantung pada tingkat kepekaan rasa dan kesanggupan imaginasi seseorang.

Yang dimaksud dengan keindahan rasional ialah keindahan yang tidak sepenuhnya dapat dicerap oleh pancaindera, perasaan dan imaginasi, tetapi memerlukan perenungan dan pemikiran akal. Misalnya sebuah novel atau puisi yang mengandung gagasan dan pemikiran tertentu.

Keindahan euhaniyah dan `irfani (mistikal) dapat dilihat dalam pribadi Nabi. Nabi merupakan pribadi yang indah bukan semata-mata disebabkan kesempurnaan jasmani dan pengetahuannya tentang agama dan dunia, tetapi terutama karena akhlaqnya yang mulia dan tingkat makrifatnya yang tinggi.

Pengaruh cara memandang keindahan dan peringkat-peringkatnya nampak dalam penghargaan Islam terhadap berbagai bentuk karya seni. Seni kaligrafi, ragam hias tetumbuhan dan lukisan geometris menempati tempat istimewa, sedangkan lukisan realisme dan naturalisme tidak begitu diistemewakan. Seni kaligrafi dan lukisan geometri sepenuhnya merupakan hasil abstraksi dan imaginasi manusia.Bentuk-bentuk yang disajikan di dalamnya tidak ditiru dari alam, namun benar-benar dicipta dan direkayasa oleh manusia menurut kemampuan akalnya.Seni dekoratif tetumbuhan juga demikian. Walaupun bertitik tolak dari apa yang terdapat dalam alam, namun hasilnya lebih merupakan buah dari kerja pikiran dan imaginasi manusia.

Lebih daripada itu bentuk-bentuk seni di atas bersumber dari al-Qur`an. Seni kaligrafi muncul untuk menuliskan teks-teks suci secara tepat dan indah agar menarik perhatian dan dapat membawa penikmat dekat kepada sumber otentik dari teks suci. Kecintaan orang Islam pada kitab suci al-Qur`an mendorong pesatnya perkembangan seni kaligrafi dan menjadikan kaligrafi sebagai simbol utama seni Islam dan perwujudan paling istimewa daripada estetika Islam.

Seni dekoratif dapat dirujuk kepada gambaran al-Qur`an tentang surga yang merupakan tempat untuk orang-orang yang taqwa, banyak beramal saleh dan mengingat Tuhan. Citra sorga juga dikaitkan dengan keadaan jiwa mutmainah seseorang yang telah mencapai tahapan keimanan dan ketaqawaan yang tinggi. Surga digambarkan sebagai taman dipenuhi pepoponan rindang, lebat buahnya. Di dalamnya mengalir sungai yang airnya jernih. Corak dan struktur seni petamanan Islam diilhami oleh lukisan al-Qur`an tentang surga. Seni hias tetumbuhan (arabesque) dalam tradisi Islam juga berkaitan dengan gambaran al-Qur`an tentang surga, sekaligus sebagai pembebasan dari keterkungkungan seniman terhadap wujud formal dunia material.

V
Sikarang kita bahas hubungan estetika dan seni dengan gambar dunia (weltanschauung atau worldview).Secara sepintas telah digambarkan kecenderungan estetika dalam Islam.Yaitu kuatnya sikap penolakan meniru obyek luar secara realistis dan naturalistis.Sikap ini ada kaitannya dengan sikap Islam yang anti-berhala atau ikonoklastis. Pada saat yang sama sikap tersebut timbul dari dorongan untuk memberikan perhatian pada kreativitas pikiran dan imaginasi, dan keengganan untuk semata-mata melayani hasil pengamatan indera.
Tentang sikap ikonoklastis atau anti-berhala, Jalaluddin Rumi (1207-1273 M) menyatakan dalam sebuah sajaknya, lebih kurang terjemahannya sebagai berikut:
Aku seorang pelukis, pencipta gambar
Setiap saat kulukis rupa yang elok dan indah.
Namun apabila Kau datang
Kulebur semua itu tanpa ada yang tinggal sedikit pun.
Kupanggil ratusan bayang-bayang
Kuhembuskan roh ke dalam jisim mereka.
Apabila bayang-bayang-Mu kusaksikan
Kulempar mereka semua ke dalam api yang menyala.
(dari Diwan-i- Shamsi Tabriz)

Manusia memang cenderung menyukai bentuk-bentuk luar dan memberhalakan keindahan zahir atau lahiriyah. Tetapi apabila seseoang telah dianugerahi cahaya Tauhid maka segala bentuk kesyirikan yang bertunas dalam dirinya akan dapat dibersihkan. Penciptaan karya seni dalam Islam dengan bentuk-bentuknya yang anti-ikonografis dan wataknya sebagai manifestasi zikir serta puji-pujian kepada Yang Satu, adalah ungkapan penyucian diri dari segala bentuk berhala alam bendawi.Sekaligus untuk menyatakan bahwa martabat manusia tak ditentukan oleh kemahirannya meniru bentuk-bentuk lahir kehidupan, melainkan oleh kreativitas imaginasi dan akal pikirannya.
Berikut ini akan dipaparkan beberapa hal menyangkut Gambaran Dunia (weltanschauung) yang disajikan al-Qur`an dan pengaruhnya terhadap estetika, khususnya karya sastra dan seni rupa.

Pertama, dalam al-Qur`an dinyatakan bahwa alam semesta, juga pribadi manusia di mana ayat-ayat-Nya terbentang, diumpamakan sebagai Kitab agung atau sebuah karya sastra yang ditulis oleh Sang Pencipta dengan kalam-Nya di atas lembaran terpelihara (lawhu`l-mahfudz). Gambaran seperti itu jelas mendorong perkembangan sastra, penulisan kitab, seni kaligrafi dan perbukuan.

Kedua, telah dinyatakan bahwa menurut al-Qur`an Tuhan meletakkan ayat-ayat-Nya atau tanda-tanda-Nya yang menakjubkan di alam semesta dan dalam diri manusia. Ayat-ayat Tuhan dalam alam semesta berupa berbagai fenomena alam, peristiwa-peristiwa sosial dan sejarah. Dalam diri manusia ialah akal pikiran, imaginasi dan fakultas kerohanian lain.

Berdasarkan pandangan di atas pula paara Sufi memberikan beberapa pembagian peranan atau fungsi karya seni.
(1) Fungsi seni ialah untuk tawajjud, yaitu membawa penikmat mencapai keadaan jiwa yang damai (mutmainah) dan menyatu dengan keabadian dari Yang Abadi. Ini dikemukakan antara lain oleh Imam al-Ghazali;
(2) Fungsi seni yang lain, sebagaimana dikemukakan Ruzbihan al-Baqli (abad ke-13 M) ialah tajarrud, yaitu pembebasan jiwa dari alam benda melalui sesuatu yang berasal dari alam benda itu sendiri. Misalnya suara, bunyi-bunyian, gambar, lukisan dan kata-kata.
(3) Fungsi seni yang lain lagi ialah tadzkiya al-nafs, yaitu penyucian diri dari pemberhalaan terhadap bentuk-bentuk melalui bentuk-bentuk itu sendiri.Ini dinyatakan antara lain oleh Jalaluddin Rumi, sebagaimana terekam dalam sajaknya yang telah dikutip;
(4) Fungsi seni yang lain pula ialah untuk menyampaikan hikmah, yaitu kearifan yang dapat membantu kita bersikap adil dan benar terhadap Tuhan, sesama manusia, lingkungan sosial, alam tempat kita hidup dan diri kita sendiri. Banyak dikemukakan para filosof dan sastrawan seperti Ibn al-Muqaffa’, al-Jahiz, Ibn Sina, Abu `Ala al-Ma`arri, Abu al-`Atahiyah dan Mulla Sa’adi;
(5) Seni juga berfungsi sebagai sarana efektif menyebarkan gagasan, pengetahuan, informasi yang berguna bagi kehidupan seperti pengetahuan dan informasi berkenaan sejarah, geografi, hukum, undang-undang, adab, pemerintahan, politik, ekonomi dan gagasan keagamaan. Para ilmuwan, ahli adab, ulama fiqih dan usuluddin, serta ahli tasawuf berpegang pada pendapat ini;
(6) Karya seni juga dicipta untuk menyampaikan puji-pujian kepada Yang Satu.

VI
Saya ingin memberi catatan di sini bahwa dalam sejarah seni rupa Islam terdapat perwujudan estetika Islam yang sering dilupakan, yaitu lukisan miniatur. Berbeda dengan seni kaligrafi, arabesk dan lukisan geometri, lukisan miniatur menghadirkan gambar figuratif. Lukisan miniatur lahir dari keperluan memberi ilustrasi pada buku-buku ilmu pengetahuan, sastra dan sejarah. Sebenarnya tradisi ini telah tumbuh sejak zaman Bani Umayyah dan Abbasiyah pada abad ke-8 dan 9 M. Namun karena banyak manuskrip yang memuat lukisan-lukisan itu hilang, maka bukti-bukti dari perkembangan seni lukis Islam dari abad-abad itu hanya sedikit yang dijumpai.

Sebab-sebab hilangnya bukti itu antara lain ialah terbakarnya Perpustakaan Bani Fathimiyah di Kairo pada abad ke-11 M yang memusnahkan seluruh bangunan dan isinya, padahal dalam perpustakaan ini disimpan ribuan manuskrip dari abad ke-8, 9 dan 10 M yang memuat banyak ilustrasi.

Kebanyakan bukti tentang perkembangan seni lukis Islam itu berasal dari manuskrip abad ke-12 dan 13 M. Di situ dapat kita lihat beberapa ciri awal seni lukis Islam, wawasan estetikanya dan kecenderungannya, yang sudah pasti sangat berpengaruh bagi perkembangan selanjutnya. Saya ingin memberi contoh lukisan yang terdapat dalam beberapa manuskrip yang memuat teks-teks ilmu pengetahuan dan sastra seperti Kitab al-Tsabita (Kitab Tentang Astronomi), Kitab al- Diriyaq (terjemahan buku Galenus tentang kedokteran), Kitab al-Baytara karangan Ibn al-Ahnaf ditulis pada tahun 1210-1215 M; Khalilah wa Dimnah karangan Ibn al-Muqaffa`, cerita berbingkai, salinan dibuat pada tahun 1215 M; Kitab al-Aghani, kitab tentang musik dan nyanyian karangan Abu al-Faraj al-Isfahani, salinan dibuat pada akhir abad ke-12 M.

Lukisan-lukisan dalam manuskrip-manuskrip tersebut menarik karena gambar figur pada umumnya ditampilkan statik, tidak ada gerak dan dua dimensi.Pelukis Muslim berusaha menekan ketegangan antara estetika Yunani dan estetika Islam.Estetika Yunani didasarkan pada prinsip “Ars imitatur naturam (seni meniru alam), sedangkan estetika Islam menolak naturalisme.Menarik juga membandingkan lukisan dalam Kitab al-Tsabita yang dipengaruhi lukisan Cina, dengan lukisan Cina dalam kitab astronomi Cina abad ke-10 karangan Chang Sheng-Yu.Lukisan dalam buku karangan Chang Sheng-Yu sepenuhnya merupakan tiruan alam, sedangkan dalam Kitab al-Tsabita tidak ada unsur peniruan alam.

Secara garis besar ciri-ciri lukisan karya seniman Muslim itu ialah: (1) Figur statik, tidak ada gerak; (2) Namun ada watak individual pada setiap figur yang digambar. Dengan demikian yang ditekankan di sini bukan penampakan zahir dari figur tetapi sifat-sifatnya; (3) Terdapat banyak motif seni dekoratif atau arabesk, yang ditambahkan untuk menggambarkan bahwa manusia hanya dapat hidup di dalam alam atau lingkungan alam; (4) Warna dibuat bukan untuk meniru warna alam, tetapi untuk menciptakan keselarasan dalam ruang tertentu; (5) Ruang dibuat vertikal dari atas ke bawah dengan garis spiral. Pada akhirnya yang menentukan kualitas lukisan itu ialah tatanan geometrisnya.

Agar lebih jelas saya kemukakan saja kecenderungan dan watak seni lukis Islam melalui gambaran sebagai berikut:
Pertama. Orang Islam sangat mencintai al-Qur`an. Hal ini sebagaimana telah dikemukakan sangat mempengaruhi tumbuhnya seni kaligrafi. Keindahan dan pesona bahasa al-Qur`an membuat seniman Muslim bergairah menghadirkankata-kata suci dalam bentuk tulisan indah (khat). Kecintaan terhadap seni khat ini mempengaruhi esensi seni lukis Islam, yaitu bagaimana seorang pelukis membuat garis yang kuat, warna yang mempesona dan mendatangkan kemabokan spiritual, membuat coretan yang tegas, pasti dan sekligus ekspresif dan bermakna.Maka garis dan coretan menjadi hal yang penting dalam seni lukis Islam.Pandangan ini lebih jauh mempengaruhi kecintaan pada lukisan geometri. Dalam lukisan geometri benar-benar diterapkan hakekat seni lukis, yang tidak lain ialah garis dan inti garis ialah titik.

Kedua.Islam mempunyai komitmen besar terhadap sejarah.Bagi pelukis Muslim alam hanya menarik sebagai latar belakang kehidupan manusia.Sebab tanpa manusia alam tidak ada artinya apa-apa.Berlainan dengan sejarah.Sejarah benar-benar melibatkan peranan manusia. Maka itu peperangan, naik turunnya suatu dinasti atau rezim pemerintahan, penghancuran dan pembangunan kota, pelayaran ke tempat jauh, dan peristiwa-peristiwa bersejarah lain — mendapat perhatian besar pelukis dan sastrawan Muslim. Tidak heran apabila drama dan peristiwa kemanusiaan menempati kedudukan istimewa sebagai obyek estetik dalam tradisi Islam.

Cakrawala, gunung, lembah, sungai, lautan dan lain-lain yang banyak dijumpai dalam lukisan Cina, tidak banyak dijumpai dalam lukisan Islam. Sebagai gantinya dalam lukisan Islam ialah seringnya taman ditampilkan, sebab taman melibatkan manusia dalam kehadirannya dan taman merupakan replika surga, yang melambangkan jiwa yang damai. Namun demikian gambar alam, sebagai taman atau latar belakang suatu peristiwa kemanusiaan, dalam lukisan Islam lebih mengesankan dibanding gambar alam dalam lukisan Belanda atau Perancis modern yang awal.

Ketiga.Pelukis Islam tidak memperhatikan perspektif, kecuali lukisan pada zaman pemerintahan Jahangir akhir abad ke-17 di India Mughal yang dipengaruhi lukisan Belanda dan Belgia.Karena itu jarang ditemui lukisan tiga dimensi dalam Islam. Alasannya: jauh dan dekat sama saja. Orang yang berada di tempat lebih jauh kadang digambar lebih besar dibanding orang yang berada lebih dekat.

Bagi seniman Muslim: Waktu dan keabadian merupakan dua faset penting dalam kehidupan manusia.
Tidak ada dikotomi antara waktu (beserta perubahannya) dan keabadian.Pelukis Muslim tidak perlu mencipta waktu khayali dalam usahanya memuaskan kerinduan pada keabadian.Yang penting bagaimana mencipta keabadian di luar waktu.Tak heran pelukis Muslim selalu berusaha menggabungkan semua dimensi ruang dan waktu dalam kesatuan tunggal.Begitu pula penceritaan yang terdapat dalam al-Qur`an.

Keempat.Pelukis Muslim menolak kegelapan.Lukisan mereka penuh limpahan cahaya dan warna cerah.Tidak ada bayangan gelap dalam lukisan.Gelap bukan esensi waktu dan ruang, melainkan sesuatu yang ditambahkan untuk menegaskan keberadaan cahaya terang.Lagi pula kegelapan ialah lambang keputusasaan sedangkan agama Islam menganjurkan pemeluknya menolak keputusasaan.Kegelapan juga lambang kedhaliman, diskriminasi dan egosentrisme.

Kelima. Lukisan Islam ialah ekpresi dari gagasan dan perasaan tunggal: Cinta. Semua detail dari obyek diserap dan dibuat untuk menghasilkan nuansa perasaan halus. Pohon dan bunga digambar namun tidak sampai memenuhi seluruh latar, sebab ia hadir hanya untuk memberi tambahan bagi melodi dan irama kehidupan yang terus mengalir.Karena merupakan ekspresi dari semangat dan perasaan tunggal yaitu cinta(`isyq) maka lukisan Islam mempunyai kecenderungan sufistik. Maksudnya setiap obyek dalam alam dihadirkan sebagai manifestasi dari ilmu dan cinta Tuhan yang tidak terhingga.

Keenam.Lukisan Islam merupakan ilustrasi terhadap teks atau wacana.Baik teks atau wacana sastra, ilmu pengetahuan dan sejarah. Fungsi seperti itu sama dengan fungsi alam yang merupakan ilustrasi terhadap firman Tuhan.

Ketujuh.Setiap waktu seniman Muslim mendengar perintah “Kun fayakun!” dalam berbagai perubahan yang terjadi di sekitarnya.Kata-kata “Kun fayakun!” ini setiap kali menerjemahkan diri dalam peristiwa alam dan sejarah.Karena itu mesti diupayakan menjadikan gambaran peristiwa kehidupan dan sejarah sebagai tangga naik untuk membaca hikmah dan pesan moral yang dikandungnya.

Kedelapan.Dunia ini ialah ayat-ayat-Nya atau logos dalam jasad zahir dan dalam gerakan transubstansial (al-harakah al-jawhariyah) yaitu perjalanan menuju atau melalui substansi kehidupan.Kesadaran seorang Muslim berakar dalam keinsyafan bahwa antara kata-kata dan fakta atau kenyataan terdapat hubungan timbal balik dan saling memberi makna.Maka dalam lukisan Islam sering dihadirkan rangkaian kaligrafi berisi ayat al-Qur`an, Hadis, pepatah, puisi dan lain sebagainya.

Demikian uraian ringkas tentang estetika Islam dan manifestasinya dalam ungkapan artistik seni. Tulisan ini didapatkan dari berbagai sumber.

Minggu, 22 Desember 2013

Publik, Massa, Kerumunan, Kelompok, Organisasi



Perbedaan Publik, Massa, Kerumunan, Kelompok, dan Organisasi

Manusia dalam melakukan berbagai kegiatan tidak akan terlepas dari adanya hubungan dan komunikasi dengan orang lain. Untuk itulah dalam berhubungan dan berkomunikasi kita juga tidak terlepas dari adanya kerja sama yang baik demi tercapainya tujuan bersama yang saling menguntungkan. Bentuk kerja sama ini dapat dibendung dalam satu wadah kegiatan yang terkoordinir maupun yang tidak terkoordinir. Misalkan saja adanya organisasi, kelompok, kerumunan dan dinamika dalam kelompok tersebut.
Adapun pengertian dari masing-masing kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Organisasi
Secara umum organisasi dapat diartikan sebagai suatu bentuk formal sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing yang bekerja sama dalam satu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama. Untuk mencapai tujuan bersama ini diperlukan komunikasi antara pihak-pihak yang terkait dalam sebuah organisasi tersebut dengan disertai usaha yang sungguh-sungguh dan melakukan kewajibannya sesuai dengan tugas masing-masing secara bertanggung jawab.
2. Kelompok
Kelompok adalah kumpulan manusia dalam lapisan masyarakat yang mempunyai ciri atau atribut yang sama dan merupakan satu kesatuan yang saling berinteraksi. Karena memiliki persamaan,kelompok-kelompok mempunyai tingkat hasut yang tinggi. Hal ini juga dikarenakan kelompok hanya berada di ruang lingkup yang kecil. Kelompok mempunyai tujuan yang lebih transparan dibanding dengan massa, publik, dan kerumunan, maka dari itu kelompok lebih mudah dikontrol karena mereka memiliki kesadaran yang tinggi dan masing-masing anggota menyadari keanggotaannya.
Dalam sebuah kelompok selalu ada yang namanya komunikasi. Komunikasi ini sering dinamakan komunikasi kelompok. Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan, konferensi, dan sebagainya. Dan B. Curtis, James J.Floyd, dan Jerril L. Winsor dalam Adi Prakosa (2008) menjabarkan sifat-sifat komunikasi kelompok sebagai berikut:
a) Kelompok berkomunikasi melalui tatap muka.
b) Kelompok memiliki sedikit partisipan.
c) Kelompok bekerja di bawah arahan seseorang pemimpin.
d) Kelompok membagi tujuan atau sasaran bersama.
e) Anggota kelompok memiliki pengaruh atas satu sama lain.
3. Kerumunan
Kerumunan dapat diartikan individu-individu yang bergabung atau menghimpunkan diri untuk mengerubungi sesuatu. Kerumunan lebih mudah dihasut dan digerakkan daripada massa dan publik. Objek yang menjadi perhatian kerumunan adalah kejadian yang sedang terjadi saat itu. Dalam menyikapi kejadian tersebut, kerumunan seringkali menggunakan cara-cara yang emosional dan diluar rasional. Sulit dilakukan kontrol
terhadap kerumunan karena kadar kesadaran mereka tinggi namun hanya bersifat sementara karena biasanya kerumunan tidak berstruktur, jadi sulit untuk mendapatkan bentuk kerumunan yang sama seperti bentuk sebelumnya.
4. Massa
Massa secara umum berbeda dengan pengertian massa dalam komunikasi. Secara umum massa diartikan sebagai orang yang tidak saling mengenal, berjumlah banyak, anggotanya heterogen, berkumpul di suatu tempat dan tidak individualistis. Massa memiliki kesadaran diri yang rendah, tidak dapat bergerak dengan terorganisir, tidak bertindak untuk dirinya sendiri melainkan terdapat “dalang” di belakangnya yang berfungsi memanipulasi mereka. Ini berbeda pengertiannya bila dikaitkan dengan ilmu komunikasi. Massa dalam komunikasi lebih merujuk pada penerima pesan media massa atau disebut audience.
5. Publik
Publik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti orang banyak. Berbeda dengan pengertian massa secara umum, publik tidak berkumpul dalam suatu tempat tertentu melainkan tersebar. Publik mempunyai tujuan yang lebih terarah, pandangan terhadap masalah, dan menentukan sikap serta menentukan pilihan. Dalam komunikasi, pengertian public tidak jauh berbeda dengan massa. Dalam komunikasi, publik dapat diartikan sebagai orang-orang yang datang menonton atau mengunjungi.
Kelima istilah diatas pada dasarnya merupakan kumpulan individu-individu yang berkumpul dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu. Perbedaan yang mencolok antara keempatnya adalah tingkat kontrol, kesadaran, dan tingkat instruksi.

Komunikasi publik

Komunikasi publik merupakan suatu komunikasi yang dilakukan di depan banyak orang. Dalam komunikasi publik pesan yang disampaikan dapat berupa suatu informasi, ajakan, gagasan. Sarananya, bisa media massa, bisa pula melalui orasi pada rapat umum atau aksi demonstrasi, blog, situs jejaring sosial, kolom komentar di website/blog, e-mail, milis, SMS, surat, surat pembaca, reklame, spanduk, atau apa pun yang bisa menjangkau publik. Yang pasti, Komunikasi Publik memerlukan keterampilan komunikasi lisan dan tulisan agar pesan dapat disampaikan secara efektif dan efisien. Komunikasi publik sering juga disebut dengan komunikasi massa. Namun, komunikasi publik memiliki makna yang lebih luas dibanding dengan komunikasi massa. Komunikasi massa merupakan komunikasi yang lebih spesifik, yaitu suatu komunikasi yang menggunakan suatu media dalam menyampaikan pesannya.

Ciri-ciri komunikasi publik

  • Satu pihak (pendengar ) cenderung lebih pasif.
  • Interaksi antara sumber dan penerima terbatas
  • Umpan balik yang diberikan terbatas
  • Dilakukan di tempat umum seperti di kelas, auditorium, tempat ibadah.
  • Dihadiri oleh sejumlah besar orang
  • Biasanya telah direncanakan
  • Sering bertujuan untuk memberikan penerangan, menghibur, memberikan penghormatan dan membujuk

Ciri-ciri Komunikasi Massa

  • Sifat pesan terbuka
  • Khalayak variatif baik dari segi usia,agama, suku, pekerjaan maupun dari segi kebutuhan
  • Sumber dan penerima dihubungakan oleh saluran yang diproses secara mekanik
  • Sumber merupakan suatu lembaga atau institusi
  • Komunikasi berlangsung satu arah
  • Umpan balik lambat (tertunda) dan sangat terbatas. Dengan kemajuan teknologi, saat ini sudag lebih dapat teratasi
  • Sifat penyebaran pesan yang berlansung cepat dan serempak serta luas mampu mengatasi jarak dan waktu. Dapat bertahan lama bila didokumentasikan
  • Dari segi ekonomi biaya untuk memproduksi komunikasi massa cukup mahal dan memerlukan dukungan tenaga kerja yang relatif banyak untuk mengelolanya

BENTUK KOMUNIKASI (KARAKTERISTIK DAN PERBEDAANNYA)

A.  Komunikasi organisasi
 Komunikasi organisasi diberi batasan sebagai arus pesan dalam suatu jaringan yang seifat hubungannya saling bergantung satu sama lain (the flow of message within a network of interdependent relationship).

 Karakteristik komunikasi oganisasi

      1.      terjadi komunikasi vertical

2.      terjadi komunikasi horizontal

3.      komunikasi dapat terjadi secara satu arah maupun dua arah

4.      ada pembagian tugas dan peran yang jelas

5.      umumnya memiliki peserta yang banyak

6.      ada peraturan yang sifatnya mengikat 

Tabel.1 Perbedaan Komunikasi Kelompok dan Komunikasi Organisasi


Komunikasi kelompok

Komunikasi organisasi

Bersifat informal

Bersifat formal

Pembagian tugas kurang jelas

Ada pembagian tugas yang jelas, hierarki

Walaupun ada pembagian tugas, biasanya komunikasi kelompok melibatkan seluruh anggota dalam menyuarakan pendapat, tidak terlalu melihat posisi

Komunikasi bersifat birokrasi,

Saling bergantung satu sama lain

Tidak mengikat

Mengikat

Untuk tujuan jangka pendek

Untuk tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang

Mengenal satu sama lain, secara personal

Lebih mengenal seseorang berdasarkan peran atau posisinya, sehingga sering terjadi dalam komunikasi organisasi perkataan manajer lebih didengar daripada perkataan karyawan biasa

Ada norma yang dibuat dan diakui bersama

Ada peraturan yang dibuat satu orang atau orang tertentu dan sifatnya memaksa, ada konsekuensi besar yang harus diperoleh apabila melanggar





















                                                                                                                                              
B.  Komunikasi massa/mass communication
 Komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah audiens yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak, cepat, dan pada waktu yang sama.

Karakteristik komunikasi massa:

1.      Ditujukan kepada khlayak luas, heterogen, anonim, tersebar, dan tidak saling mengenal batas geografis-kultural

2.      Berdifat umum, bukan perorangan atau pribadi. Kegiatan penciptaan pesan melibatkan orang banyak dan terorganisasi

3.      Pola penyampaian bersifat cepat dan tidak terkendala oleh waktu dalam menjangkau khlayak yang luas

4.      Penyampaian pesan cenderung satu arah

5.      Kegiatan komunikasi terencana, terjadwal, dan terorganisai

6.      Penyampaian pesan bersifat berkala, tidak temporer

7.      Isi pesan mencakup berbagai aspek kehidupan manusia

8.      Sekumpulan orang yang dimuat komunikator dan komunikan tidak mengenal

9.      Kumpulan orang-orang yang tidak sama latar belakangnya

Tugas dan Kewajiban Editor Film

TUGAS DAN KEWAJIBAN EDITOR FILM a.     Tahap Pra Produksi : 1.     Menganalisa scenario dengan melihat adegan yang tertulis dalam sc...